Akulah Penguasa (Menang Pemilu) Direlease Juga

Sebelumnya ramai di lini masa memperbincangkan tembang apik syarat kritik politik bertajuk “Akulah penguasa (menang pemilu)” yang dilantunkan Butet Kartaredjasa (52) feat Candra Malik (36). Sempat terproduksi tulisan terkait tembang ini di Blogdetik dan Tumblr lantaran syairnya cukup menggelitik, kala kampanye par-tai santer dilakukan kesana-kemari.

“Kepada seluruh rakyat, saya umumkan bahwa mulai hari ini saya lagi yang berkuasa. Kekayaan bangsa dan negara ini harus saya lindungi untuk sebesar-besarnya kepentingan saya dan keluarga saya. Anda sekalian tidak kebagian.Piye, penak jamanku tho ?” Tersebut diatas merupakan penggalan monolog dari Butet Kartaredjasa, dimana sebelumnya Candra Malik riang melantunkan tembang seputar penguasa.

Minimal dengan lagu ini mengingatkan kita sesaat pada pemerintahan Orde Bau yang akhirnya tumbang lantaran getahnya.

Baca lebih lanjut

Kampanye Tingkat Dewa Sang Penguasa

Entah dari mana munculnya referensi untuk memproduksi kata menjadi kalimat “Nyoblos pahalanya tinggi, lebih tinggi lagi kalau coblos No 7 Partai Demokrat”. Setidaknya itulah petikan nyata orasi Ketua Umum Par-tai Demokrat dengan sosok penuh kharisma (katanya) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat kampanye di Plaza Benteng Kuto Besak, Palembang, hari Selasa (1/4/2014) dilangsir Suara Pembaruan.

Entah, apa sebenarnya pahalanya. Mungkin juga rejeki tak diyana-yana lantaran ada simpatisan berjaket PD yang membagikan uang sambil berjoget saat kampanye di Palembang, dimana sukses tertangkap kamera video. Tak sedikit pihak meminta Bawaslu mengambil tindakan. Seperti apa tindakannya entah juga, lantaran hingga saat ini belum juga sanksi diberikan Bawaslu terkait pelanggaran yang terjadi.

Baca lebih lanjut